Ambon Manise Kenanganku


Ambon Manise… Ambon Manise…
Ambon memang manis semanis kenanganku selama 7 tahun disana. Ya sejak aku lulus SMP aku sudah merantau di Kota yang pernah dilanda kerusahan SARA itu. Ingatanku ke Ambon membuncah saat aku browsing Selasa (12/2) di kantorku yang Asri. Di situs milik komunitas Ambon itu aku menemukan picture Kota Ambon yang mulai menata diri.
Lantas pikiranku terbayang saat menjalani masa indah Sejak keluar SMP (sekitar tahun 1994) hingga menjalani kuliah di STAIN Ambon (kini IAIN) Ambon. Dalam rentang itu banyak pengalaman pahit dan manis. Pengalaman itu ingin kutuliskan di sini.
Perjumpaanku dengan Kota Ambon sebenarnya membawa misi bisnis. Saat ini ayahku (almarhum) memang pedagang keliling. Beliau memang pengeliling Indonesia orang Tasik menyebutnya tukang kiridit, sebelum di Ambon pernah ke Kalimantan dan berbagai kota di pulau Jawa. Sebagai anak pedagang, rupanya beliau menghendaki aku meneruskan bisnis dagangnya. Selepas SMP aku harus ikut dagang. Masih segar dalam ingatanku saat itu kapal Rinjani dari pelabuhan Perak Surabaya membawaku mengarungi Samudera. Untuk anak seusiaku saat itu, rasa senang tak terhingga bisa kulukiskan dengan kata-kata. Namun yang masih terbayang sampai kini ketika aku harus berdesak-desakan di ruang tunggu dan tangga kapal. Maklum kelas yang kupilih adalah ekonomi untuk masuk deck ekonomi memang harus rela ngantri. sebab kalau tak cepat, tak bakal kebagian tempat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: